Buku pembantu ( Subsidiary Ledgers atau Sub Ledger ) adalah : suatu kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar ( general ledger ) , yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan.
misal : buku pembantu persediaan, buku pembantu piutang, buku pembantu utang, buku pembantu harga pokok produk, dll.
Dalam legerless bookkeeping, fungsi buku pembantu ini digantikan oleh arsip dokumen sumber.
Rekening yang ada dalam buku besar, yang dirinci dalam buku pembantu disebut rekening kontrol ( controlling account ), sedangkan rekening yang ada dalam buku pembantu, yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar disebut rekening pembantu ( subsidiary account ). Data yang diposting kedalam buku pembantu ini diperoleh dari dokumen sumber atau dari jurnal.
Kamis, 03 September 2009
Rabu, 02 September 2009
GENERAL LEDGER
BUKU BESAR ( GENERAL LEDGER )
adalah : Kumpulan rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal .
Rekening adalah : judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentuk T , yang dibagi dalam 2 bagian, yaitu sisi debet ( sebelah kiri ) dan sisi kredit ( sebelah kanan ) , sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan ( double entry bookkeeping ).
adalah : Kumpulan rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal .
Rekening adalah : judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentuk T , yang dibagi dalam 2 bagian, yaitu sisi debet ( sebelah kiri ) dan sisi kredit ( sebelah kanan ) , sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan ( double entry bookkeeping ).
JURNAL
Setelah transaksi direkam dalam formulir, pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan adalah dalam jurnal.
Jurnal dibagi dalam 2 kelompok : jurnal khusus dan jurnal umum.
Jika transaksi perusahaan masih sedikit jenisnya dan rendah frekuensinya, maka jurnal umum sudah memadai untuk mencatat secara permanen transaksi perusahaan yang terjadi.
Tetapi jika transaksi semakin banyak dan frekuensi terjadinya semakin tinggi, maka jurnal umum perlu dipecah kedalam jurnal khusus. , dimana alasan pemecahan jurnal umum adalah :
a. untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi
b. untuk mengurangi pekerjaan pembukuan kedalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksiyang dicatat.
c. untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi kedalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
d. untuk menciptakan pengendalian intern.
Jurnal dibagi dalam 2 kelompok : jurnal khusus dan jurnal umum.
Jika transaksi perusahaan masih sedikit jenisnya dan rendah frekuensinya, maka jurnal umum sudah memadai untuk mencatat secara permanen transaksi perusahaan yang terjadi.
Tetapi jika transaksi semakin banyak dan frekuensi terjadinya semakin tinggi, maka jurnal umum perlu dipecah kedalam jurnal khusus. , dimana alasan pemecahan jurnal umum adalah :
a. untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi
b. untuk mengurangi pekerjaan pembukuan kedalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksiyang dicatat.
c. untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi kedalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
d. untuk menciptakan pengendalian intern.
Selasa, 01 September 2009
FORMULIR
Salah satu alat untuk merekam data transaksi suatu perusahaan digunakan formulir atau dokumen.
Definisi formulir secara manual : secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
Definisi formulir secara elektronik : ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
Manfaat formulir dalam perusahaan :
# menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan
# merekam data transaksi bisnis perusahaan
# mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan
# menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.
3 golongan formulir menurut sumbernya :
^ dibuat dan disimpan dalam perusahaan, misal : surat permintaan pembelian, memo debet, memo kredit, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
^ dibuat dan dikirimkan pada pihak luar perusahaan, misal : faktur penjualan, surat order pembelian, surat order penjualan.
^ diterima dari pihak luar perusahaan, misal : faktur pembelian, rekening koran bank ( statement ).
Menurut tujuan penggunaannya, formulir dibagi 2 golongan :
% formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan
contoh : surat permintaan pembelian, surat permintaan penawaran harga, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
% formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
Contoh : formulir penerimaan barang, faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja.
Formulir diperlukan pada keadaan :
a. jika suatu kejadian harus dicatat
b. jika informasi tertentu harus dicatat berulang kali, maka penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
c. jika berbagai sumber yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya.
d. jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi.
Definisi formulir secara manual : secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
Definisi formulir secara elektronik : ruang yang ditayangkan dalam layar komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
Manfaat formulir dalam perusahaan :
# menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan
# merekam data transaksi bisnis perusahaan
# mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan
# menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.
3 golongan formulir menurut sumbernya :
^ dibuat dan disimpan dalam perusahaan, misal : surat permintaan pembelian, memo debet, memo kredit, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
^ dibuat dan dikirimkan pada pihak luar perusahaan, misal : faktur penjualan, surat order pembelian, surat order penjualan.
^ diterima dari pihak luar perusahaan, misal : faktur pembelian, rekening koran bank ( statement ).
Menurut tujuan penggunaannya, formulir dibagi 2 golongan :
% formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan
contoh : surat permintaan pembelian, surat permintaan penawaran harga, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
% formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
Contoh : formulir penerimaan barang, faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja.
Formulir diperlukan pada keadaan :
a. jika suatu kejadian harus dicatat
b. jika informasi tertentu harus dicatat berulang kali, maka penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
c. jika berbagai sumber yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya.
d. jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi.
Jumat, 07 Agustus 2009
PENYAJIAN HARGA POKOK PENJUALAN DALAM LAPORAN KEUANGAN
Dalam Laporan Keuangan khususnya untuk Laporan Rugi Laba, penyajian harga pokok penjualan antara perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur ada perbedaan , dimana komponen yang berbeda tersebut dapat digambarkan secara skematis :

Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:


Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam penyajian Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.
Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):

Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:


Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam penyajian Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.
Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):
Kamis, 06 Agustus 2009
PROCESS COST METHOD
METODE HARGA POKOK PROSES ( PROCESS COST METHOD )
Pencatatan Biaya Bahan.
## Pencatatan pemakaian Bahan Baku di Departemen A:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Departemen A ... xxx
K. Persediaan Bahan Baku .... xxx
## Pencatatan pemakaian Bahan Penolong pada Bagian Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen A .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen B .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen C .. xxx
K. Persediaan Bahan Penolong ... xxx
## Pencatatan Biaya Tenaga Kerja (Langsung & Tak Langsung):
Pencatatan biaya tenaga kerja (langsung & tak langsung) di Departemen Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen A .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen B .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen C .. xxx
K. Biaya Gaji dan Upah .. xxx
## Pencatatan Biaya Overhead Pabrik
BOP pada Metode Harga Pokok Proses adalah biaya produksi selain biaya bahan baku, biaya bahan penolong, dan biaya tenaga kerja, baik langsung maupun tak langsung yang terjadi di departemen produksi.
BOP dapat dibebankan kepada produk atas dasar tarif dan dapat juga dibebankan atas dasar BOP yang sesungguhnya terjadi dalam satu periode.
Pembebanan BOP sesungguhnya kepada produk dapat dilakukan jika:
~ Produksi relatif stabil dari periode ke periode
~ BOP, terutama yang tetap, bukan merupakan bagian yang berarti dibandingkan dengan jumlah seluruh biaya produksi
~ Hanya diproduksi satu macam produk.
Contoh pencatatan berbagai jenis BOP di Departemen Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Overhead Pabrik ... xxx
K. Persediaan Spareparts ... xxx
K. Persediaan Bahan – lain2 ... xxx
K. Asuransi dibayar dimuka ... xxx
Pencatatan Biaya Bahan.
## Pencatatan pemakaian Bahan Baku di Departemen A:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Departemen A ... xxx
K. Persediaan Bahan Baku .... xxx
## Pencatatan pemakaian Bahan Penolong pada Bagian Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen A .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen B .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Penolong Departemen C .. xxx
K. Persediaan Bahan Penolong ... xxx
## Pencatatan Biaya Tenaga Kerja (Langsung & Tak Langsung):
Pencatatan biaya tenaga kerja (langsung & tak langsung) di Departemen Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen A .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen B .. xxx
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Departemen C .. xxx
K. Biaya Gaji dan Upah .. xxx
## Pencatatan Biaya Overhead Pabrik
BOP pada Metode Harga Pokok Proses adalah biaya produksi selain biaya bahan baku, biaya bahan penolong, dan biaya tenaga kerja, baik langsung maupun tak langsung yang terjadi di departemen produksi.
BOP dapat dibebankan kepada produk atas dasar tarif dan dapat juga dibebankan atas dasar BOP yang sesungguhnya terjadi dalam satu periode.
Pembebanan BOP sesungguhnya kepada produk dapat dilakukan jika:
~ Produksi relatif stabil dari periode ke periode
~ BOP, terutama yang tetap, bukan merupakan bagian yang berarti dibandingkan dengan jumlah seluruh biaya produksi
~ Hanya diproduksi satu macam produk.
Contoh pencatatan berbagai jenis BOP di Departemen Produksi:
D. Barang Dalam Proses – Biaya Overhead Pabrik ... xxx
K. Persediaan Spareparts ... xxx
K. Persediaan Bahan – lain2 ... xxx
K. Asuransi dibayar dimuka ... xxx
Rabu, 05 Agustus 2009
JOB ORDER COST METHOD
Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan, memulai kegiatan produksinya setelah menerima order dari pembeli, tetapi sering juga terjadi, perusahaan mengeluarkan order produksi untuk mengisi persediaan di gudang.
Syarat penggunaan Metode Harga Pokok Pesanan:
~ Masing-masing pesanan, pekerjaan, atau produk dapat dipisahkan identitasnya secara jelas dan perlu dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individual.
~ Biaya produksi harus dipisahkan ke dalam dua golongan, yaitu: biaya langsung (BBB & BTKL) dan biaya tak langsung (selain BBB & BTKL).
~ BBB dan BTKL dibebankan/diperhitungkan secara langsung terhadap pesanan ybs., sedangkan BOP dibebankan kepada pesanan atas dasar tarif yang ditentukan di muka.
~ Harga pokok setiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai.
~ Harga pokok per satuan produk dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan ybs.
PENCATATAN BIAYA DALAM METODE HARGA POKOK PESANAN
@ Pencatatan Biaya Bahan Baku (BBB)
Prosedur pencatatan pembelian bahan baku, jurnalnya:
D. Persediaan Bahan Baku .. xxxx
K. Utang dagang / kas .. xxxx
Prosedur pencatatan pemakaian bahan baku, menggunakan metode mutasi persediaan (perpetual). Dalam setiap pemakaian bahan baku harus diketahui pesanan mana yang memerlukannya.
Jurnalnya:
D. Barang dalam proses – Biaya bahan baku .. xxxx
K. Persediaan Bahan Baku .. xxxx
@ Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Diperlukan pengumpulan dua macam jam kerja, yi:
$ Jam kerja total selama periode kerja tertentu.
$ Jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan setiap pesanan.
Untuk mengetahui jumlah jam kerja karyawan baik jam kerja total maupun jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan pesanan, diperlukan kartu hadir masing-masing karyawan yang memuat penggunaan jam kerja masing2 karyawannya. ( kartu jam kerja )
jurnal untuk mencatat :
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Langsung .. xxxx
K. Biaya Gaji & Upah .. xxx
@ Pencatatan Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP dikelompokkan menjadi beberapa golongan :
% Biaya Bahan Penolong
% Biaya reparasi dan pemeliharaan, berupa pemakaian persediaan spareparts dan persediaan supplies pabrik.
% Biaya tenaga kerja tak langsung
% Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (contoh: biaya penyusutan aktiva tetap)
% Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (contoh: terpakainya asuransi dibayar di muka).
% Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran tunai (contoh: biaya reparasi mesin pabrik, biaya listrik).
BOP dalam metode harga pokok pesanan harus dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
Tarif BOP ditentukan pada awal tahun/periode dengan cara sbb:
Tarif BOP = Taksiran jumlah BOP selama 1 periode / Jumlah Dasar pembebanan*
Dasar Pembebanan BOP:
^ Satuan produk
^ Biaya Bahan Baku
^ Biaya Tenaga Kerja Langsung
^ Jam Tenaga Kerja Langsung
^ Jam Mesin
BOP yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan selama satu tahun yang sama, kemudian pada akhir tahun dibandingkan dengan yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif.
Pencatatan BOP yang Dibebankan kepada produk:
D. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik .. xxx
K. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan .. xxx
Jurnal penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan (untuk mempertemukan BOP Dibebankan dengan BOP Sesungguhnya) :
D. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan .. xxx
K. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
Pencatatan BOP yang Sesungguhnya:
Misal:
1. Pemakaian Bahan Penolong:
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
K. Persediaan Bahan Penolong .. xxx
2. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Tak langsung:
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
K. Gaji dan Upah .. xxx
@ Pencatatan Produk Selesai
Biaya produksi yang telah dikumpulkan dalam Kartu Harga Pokok dijumlah dan dikeluarkan dari rekening Barang Dalam Proses dengan jurnal :
D. Persediaan Produk Jadi .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik .. xxx
Harga Pokok Produk jadi dicatat dalam Kartu Persediaan (Finish Goods Ledger Card) dan Kartu Harga Pokok Pesanan tersebut dipindahkan ke dalam arsip Kartu Harga Pokok Pesanan yang telah selesai.
Syarat penggunaan Metode Harga Pokok Pesanan:
~ Masing-masing pesanan, pekerjaan, atau produk dapat dipisahkan identitasnya secara jelas dan perlu dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individual.
~ Biaya produksi harus dipisahkan ke dalam dua golongan, yaitu: biaya langsung (BBB & BTKL) dan biaya tak langsung (selain BBB & BTKL).
~ BBB dan BTKL dibebankan/diperhitungkan secara langsung terhadap pesanan ybs., sedangkan BOP dibebankan kepada pesanan atas dasar tarif yang ditentukan di muka.
~ Harga pokok setiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai.
~ Harga pokok per satuan produk dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan ybs.
PENCATATAN BIAYA DALAM METODE HARGA POKOK PESANAN
@ Pencatatan Biaya Bahan Baku (BBB)
Prosedur pencatatan pembelian bahan baku, jurnalnya:
D. Persediaan Bahan Baku .. xxxx
K. Utang dagang / kas .. xxxx
Prosedur pencatatan pemakaian bahan baku, menggunakan metode mutasi persediaan (perpetual). Dalam setiap pemakaian bahan baku harus diketahui pesanan mana yang memerlukannya.
Jurnalnya:
D. Barang dalam proses – Biaya bahan baku .. xxxx
K. Persediaan Bahan Baku .. xxxx
@ Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Diperlukan pengumpulan dua macam jam kerja, yi:
$ Jam kerja total selama periode kerja tertentu.
$ Jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan setiap pesanan.
Untuk mengetahui jumlah jam kerja karyawan baik jam kerja total maupun jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan pesanan, diperlukan kartu hadir masing-masing karyawan yang memuat penggunaan jam kerja masing2 karyawannya. ( kartu jam kerja )
jurnal untuk mencatat :
D. Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Langsung .. xxxx
K. Biaya Gaji & Upah .. xxx
@ Pencatatan Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP dikelompokkan menjadi beberapa golongan :
% Biaya Bahan Penolong
% Biaya reparasi dan pemeliharaan, berupa pemakaian persediaan spareparts dan persediaan supplies pabrik.
% Biaya tenaga kerja tak langsung
% Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (contoh: biaya penyusutan aktiva tetap)
% Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (contoh: terpakainya asuransi dibayar di muka).
% Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran tunai (contoh: biaya reparasi mesin pabrik, biaya listrik).
BOP dalam metode harga pokok pesanan harus dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
Tarif BOP ditentukan pada awal tahun/periode dengan cara sbb:
Tarif BOP = Taksiran jumlah BOP selama 1 periode / Jumlah Dasar pembebanan*
Dasar Pembebanan BOP:
^ Satuan produk
^ Biaya Bahan Baku
^ Biaya Tenaga Kerja Langsung
^ Jam Tenaga Kerja Langsung
^ Jam Mesin
BOP yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan selama satu tahun yang sama, kemudian pada akhir tahun dibandingkan dengan yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif.
Pencatatan BOP yang Dibebankan kepada produk:
D. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik .. xxx
K. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan .. xxx
Jurnal penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan (untuk mempertemukan BOP Dibebankan dengan BOP Sesungguhnya) :
D. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan .. xxx
K. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
Pencatatan BOP yang Sesungguhnya:
Misal:
1. Pemakaian Bahan Penolong:
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
K. Persediaan Bahan Penolong .. xxx
2. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Tak langsung:
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya .. xxx
K. Gaji dan Upah .. xxx
@ Pencatatan Produk Selesai
Biaya produksi yang telah dikumpulkan dalam Kartu Harga Pokok dijumlah dan dikeluarkan dari rekening Barang Dalam Proses dengan jurnal :
D. Persediaan Produk Jadi .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung .. xxx
K. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik .. xxx
Harga Pokok Produk jadi dicatat dalam Kartu Persediaan (Finish Goods Ledger Card) dan Kartu Harga Pokok Pesanan tersebut dipindahkan ke dalam arsip Kartu Harga Pokok Pesanan yang telah selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)